Bagi para pegawai ketika mejelang pensiun biasanya di berikan pelatihan pelatihan berwira usaha untuk bekal mengisi kesibukan masa masa pensiunya,sekaligus untuk menambah penghasilan, karena mau tidak mau penghasilan pasti menurun,gaji yang diperoleh tidak sama ketika masih bekerja.
karena ada orang ketika pensiun tidak ada kesibukan sama sekali ahirnya malah stres.
Sebenarnya bayak bidang usaha yang ringan yang bisa di lakuka oleh para pensiunan,salah satunya akan saya ulas pada tulisan saya kali ini.
Budidaya jamur adalah salah satu Peluang Usaha yang Cocok bagi pensiunan,karena usaha ini tidak terlalu memforsir tenaga,aktifitasnya juga rutin sehingga bisa menggatikan aktifitas aktifitas ketika masih bekerja,coba anda bayangkan bagaimana seseorang yang dulunya sebagai pegawai dengan kesibukan yang padat tiba tiba pensiun,lalu tidak ada aktifitas sama sekali,bisa bisa stres karena tidak bisa menyalurkan /mengexpresikan dirinya.
Akan tetapi harus ada pertimbangan pertimbangan yang matang mengingat kemampuan fisiknya yang sudah menurun,maka kali ini saya menulis tentang budi daya jamur tiram.
Sebenarnya banyak jenis jenis jamur yang bisa di budi daya di indonesia,seperti;jamur kuping,jamur lingsi,dll akan tetapi yang paling sederhana dan yang benar benar cocok adalah budi daya jamur tiram.
Langsung saja kita mulai,pertama kali kta siapkan kumbung,semacam kandang ayam dengan ukuran 3x6m kemudian kemudian kita buat 2 buah rak memanjang diusahakan yang kuat untuk menata media tanam jamur tiram.
selanjutnya kita siapkan peralatan yang di butuhkan,antara lain termometer ruang,,alat pegukur kelembaban,spray{alat penyemprot air},alat alat ini fungsinya untuk menyetabilkan suhu udara dan kelebaban.
Tahap berikutnya kita siapkan bibit jamur yang sudah di kemas dengan plastik dengan cara kita beli dari pembibit dengan harga berkisar rp1500 s/d rp2000perlog{per plastik} untuk bibit jamur sebenarnya kita bisa membuat sendiri dengan campuran serbuk gergaji+kapur pertanian+pupuk organik kemudian di campur dan di fermentasi 2hari,lalu masukkan dalam plastik ukuran 2kg dan dipadatkan /dipres,setelah itu di oven dengan oven basah{uap air yag dididihkan sampai 100*c atau kalau dengan ukuran tekanan 1bar}kemudian di dinginkan setelah dingin di masukkan bibit jamur ke dalm baglog tersebut,kemudian di inkubasi {di taruh dalam ruang seteril selama 2s/d3minggu,setelah itu baru siap di tata pada rak yang sudah di siapkan tadi.
BAGAIMANA rumit bukan??maka dari itu saya sarankan baglog kita beli saja dari pembibit dan langsung kita tata pada rak yang sudah kita siapkan,kemudian pekerjaan rutin kita adalah mengecek suhu udara jangan sampai lebih dari 25*cc,ketika suhu tinggi ruangan kita semprot dengan air agar suhu turun tetapi jangan terlalu basah karena bisa menumbuhkan jamur/bakteri lain yang bisa mengganggu pertumbuhan jamur tiram,setelah bibit jamur sudah memenuhi baglog{serbuk gergaji sudah menjadi putih semua -+ 2minggu dari mulai kita tata}kemudian kita lubangi -+1cm2 dengan katter /pisau yang tajam dan bersih,jangan semua di lubangi 50% dari jumlah baglog yang kita punya,jarak 1minggu baru yang 50% sisanya kita lubangi tujuanya untuk mengatur jumlah produksi.
Tujuan kita batasi produksi karena kita belum mengetahui pasar,sambil jalan kita pelajari pasar,karena jamur tiram tidak tahan lama jadi harus terjual habis.
Langkah berikutnya adalah memanen dan memasarkan hasil budidaya jamur kita,ini adalah waktu yang di tunggu tunggu,dan pada langkah ini kita punya aktivitas rutin setiap hari yaitu memanen dan memasarkan jamur tiram hasil dari kesabaran kita,yang perlu di ingat usia jamur dari mulai tumbuh -+3hari,dan yang perlu di ingat lagi kirimi saya hasil panan anda hee hee ......Disaming dipasarkan kondisi segar bisa juga dipasarkan dalam bentuk olahan misalnya jamur krispi,ada juga yang dimasak jadi gudeg jamur seperti khas ajogjakarta,mie ayam jamur,tongseng jamur dll.
selamat mencoba salam sukses sekian dan terima kasih atas kunjunganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar